Senin, 14 November 2011

PR Rutin Musim Hujan--Menghafal Posisi Lubang di Jalanan

Selalu seperti itu.
Kala musim hujan datang, aspal jalanan langsung menjadi rapuh, dan membentuk kawah-kawah  beraneka diameter dan kedalaman. Para pengguna jalan harus mencurahkan konsentrasi lebih besar saat menyusuri jalanan yang sudah berubah menjadi layaknya sungai kering.
Bisa tidak ya, negara tropis menggunakan aspal kualitas super yang dapat tahan dari kelapukan akibat curahan air hujan? Hhh, memikirkannya saja sudah pesimis duluan. Saya tidak perlu menjelaskan alasan rasa pesimistis ini. Yang jelas, jika kita membicarakan apa-apa yang berhubungan dengan infrastruktur publik di negara kita ini, hanya akan berujung pada kemirisan dan kesedihan. Memang tidak semua infrastruktur seperti itu, tapi SEBAGIAN BESAR.
Ke mana... ke mana... ke mana...
Ke mana ya kira-kira anggaran untuk perbaikan infrastruktur publik, terutama infrastruktur publik yang telah dijamin undang-undang? Setiap warga berhak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Apakah anggaran itu lari ke infrastruktur yang tidak penting-penting amat--jika dibanding infrastruktur dasar lainnya? Atau lari ke mana? Ke mana sih? Ke mana? Ke manaaaaaa? Adakah yang TEGA memberi tahu jawabannya???

haebaragi, 14 November 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar