Kamis, 10 November 2011

Siapkah Indonesia?

Apakah Indonesia sudah siap? Menghadapi tantangan global yang kecepatannya bak kecepatan cahaya?
Menjadi tuan rumah SEA Games tahun ini (2011) merupakan sebuah kehormatan, tetapi kalau kehormatan itu tidak ditanggapi dengan baik--sebaik kepercayaan yang ditumpukan pada negara kita tercinta ini--maka kehormatan itu hanya akan membuat kesedihan, atau mungkin rasa iba dan malu?
Ya, rasa iba terlintas ketika melihat infrastruktur untuk beberapa lomba ternyata belum rampung, bahkan saat lomba itu seharusnya dilaksanakan, sampai harus mengadakan Technical Meeting di gudang (lihat: http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2011/11/09/fks,20111109-2157,id.html).

Lalu, kondisi jalan raya di Jakarta yang tidak layak karena proyek gorong-gorong yang belum selesai--semakin memantapkan julukan raja macet--padahal banyak orang-orang dari negara lain yang akan berkunjung ke Indonesia. Janjinya akan segera dirampungkan, tapi kok belum juga? Saya, tidak paham dengan proses pencairan dana dan penggunaannya untuk proyek-proyek semacam itu. Tapi benarkah bahwa ketidaklayakan yang muncul itu terjadi karena kurangnya dana untuk proyek? Atau yang benar, kurangnya dana yang lolos dari tangan-tangan nakal orang "pintar"? Wallahua'lam.

Yang jelas, saya masih sangat belum yakin dengan jawaban atas pertanyaan ini: siapkah Indonesia?
Saya takut jawabannya bukan ya. Ayolah pemerintah, melalui ini saya ingin menyampaikan bahwa membangun gedung pemerintahan dan memberi tunjangan ipad, cincin berlian, atau apalah untuk pejabat masih jauh lebih tidak penting dari membangun sekolah-sekolah yang roboh, fasilitas bidan desa, puskesmas, posyandu, mencukupi gizi rakyat miskin, dan sederet PR besar lainnya.


Semoga Indonesia maju jaya. Indonesia bisa.

Haebaragi, Nov 10, 2011 (di Hari Pahlawan yang sedih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar